Kesabaran dalam menghadapi cobaan-Mu

Malam ini dalam kesunyian tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah buku tentang Rasullullah SAW di rak buku kamar tamu.  Aku ambil dan mulai membacanya halaman demi halaman.

Dalam buku itu ada beberapa kalimat yang menarik perhatianku :

Dari Abi Sa’id Al-Khudry dan Abu Hurairah Radhiyallahu anhuma, keduanya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata.
“Artinya : Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya”. (Ditakhrij Al-Bukhari 7/148-149, Muslim 16/130.)
Sabar menghadapi sakit, menguasai diri karena kekhawatiran dan emosi, menahan lidahnya agar tidak mengeluh, merupakan bekal bagi orang mukmin dalam perjalanan hidupnya di dunia. Maka dari itu sabar termasuk dari sebagian iman, sama seperti kedudukan kepala bagi badan. Tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar, sebagaimana badan yang tidak ada artinya tanpa kepala. Maka Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu anhu berkata. “Kehidupan yang paling baik ialah apabila kita mengetahuinya dengan berbekal kesabaran”. Maka andaikata engkau mengetahui tentang pahala dan berbagai cobaan yang telah dijanjikan Allah bagimu, tentu engkau bisa bersabar dalam menghadapi sakit. Perhatikanlah riwayat berikut ini.
“Artinya : Dari Atha’ bin Abu Rabbah, dia berkata. “Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku. ‘Maukah kutunjukkan kepadamu  seorang wanita penghuni sorga .?. Aku menjawab. ‘Ya’. Dia (Ibnu Abbas) berkata. “Wanita berkulit hitam itu pernah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seraya berkata.’Sesungguhnya aku sakit ayan dan (auratku) terbuka. Maka berdoalah bagi diriku. Beliau berkata.’Apabila engkau menghendaki, maka engkau bisa bersabar dan bagimu adalah sorga. Dan, apabila engkau menghendaki bisa berdo’a sendiri kepada Allah hingga Dia memberimu afiat’. Lalu wanita itu berkata. ‘Aku akan bersabar. Wanita itu berkata lagi. ‘Sesungguhnya (auratku) terbuka. Maka berdo’alah kepada Allah bagi diriku agar (auratku) tidak terbuka’. Maka beliau pun berdoa bagi wanita tersebut”. (Ditakhrij Al-Bukhari 7/150. Muslim 16/131)
ternyata wanita itu memilih untuk bersabar menghadapi penyakitnya dan dia pun masuk sorga. Begitulah yang mestinya engkau ketahui, bahwa sabar menghadapi cobaan dunia akan mewariskan sorga. Diantara jenis kesabaran menghadapi cobaan ialah kesabaran wanita muslimah karena diuji kebutaan oleh Rabb-nya. Disini pahalanya jauh lebih besar.
Dari Anas bin Malik, dia berkata.”Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata.

“Artinya : Sesungguhnya Allah berfirman.’Apabila Aku menguji hamba-Ku (dengan kebutaan) pada kedua matanya lalu dia bersabar, maka Aku akan mengganti kedua matanya itu dengan sorga”

Gak terasa air mataku menetes semakin aku membacanya semakin deras air mataku keluar.  Ya Allah jika memang rasa sakit ku ini adalah cobaan Mu dalam rangka mengurangi kesalahan dan dosa-dosaku.  Ku mohon dengan sangat Ya Allah,  berikan aku kesabaran yang lebih lagi dan keikhlasan dalam menerima cobaan Mu melalui sakit ku ini.

Tidak ada tempat yang dapat aku jadikan tempat mengadu, hanya kepadaMulah satu-satu tempat aku mengadu dan kupasrahkan segala hidup dan matiku kepada Mu Ya Rabb….

Rasa takut itu begitu kuat

Aku gak tau lagi apa yang harus aku lakukan,  untuk kesekian kalinya dokter sari mengingatkan aku untuk melanjutkan terapi yang sudah 1 bulan lebih aku tinggalkan.  Ya Allah aku sungguh takut sangat takut tapi tidak mampu aku tunjukan rasa itu didepan orang-orang yang aku sayang.  Berikan aku kekuatan untuk menjalani cobaanmu ini ya Allah. Aku pasrahkan hidup dan matiku hanya kepadamu. Amin…

Sembuhkan Bapakku ya Allah….

Tadi aku sempet tertidur waktu menemani suamiku dikamar. Tiba-tiba aku terbangun karena mimpi yang gak enak. Astagfirullah alazim cuma itu yang bisa aku ucapkan waktu terbangun.

Dalam mimpi itu suasananya seperti di dalam mesjid dan sedang sholat berjamaah. Aku lihat bapakku ikut sholat dan berdiri pula (belakangan ini dia cuma bisa sholat denganposisi duduk).

Tapi tiba-tiba saat sholat itu bapakku teriak kesakitan di pinggang belakangnya sambil terjatuh di lantai.  Para jamaah langsung buyar dan menghampiri bapakku.

Ya Allah SWT pertanda apa ini?  Sembuhkanlah kedua orang tuaku ya Allah. Jangan biarkan mereka terus menderita dengan sakitnya.

Ya Allah SWT berikan orang-orang yang aku sayangi kesehatan, keselamatan, kemudahan, kelancaran dan kebahagian.Amiiinn…..

Akhirnya selesai juga UAS nya

Setelah belajar semaleman akhirnya seharian ini maju tempur ujian. Soalnya super susah. semua studi kasus dan harus dijawab dengan analisa. Sampe kram otak rasanya (istilah salah satu temen di fb).

Cuma ada kejadian yang bikin aku tuh sebeeeellll banget. Tadi aq ditegur sama Profesor Rodoni gara-gara lembar jawaban UTS aku tuh isinya sama persis sama temen aku.  Setelah aku inget2 memang temen aku ini nyontek lembar jawaban aku, tapi gak nyangka dia nyontek plek sama persis.  Aku inget banget kok duduk dibelakang waktu UTS tapi lembar jawabanku bisa jalan sampe ke depan. Ga tau deh sama Prof Rodoni nanti aku dikasih betapa nilainya

Bingung sama perasaanku nih

Dua minggu terakhir karena situs pertemanan facebook, aq akhirnya dipertemukan kembali dengan seseorang yang dulu selalu ingin aku lupain.  sejak dia bisa say hai lagi sama aku, perasaanku ga karuan. Ya benci, marah, sebel sampe suka jadi satu. Pokoknya ga bisa aku jelasin gimana perasaanku.  Apalagi klo udah flass back oh my god aku ga tau gimana menjabarkan perasaanku saat ini.

Kadang aku suka sedih dan nangis sendiri kalau inget yang udah lewat. Gila bener masa sih aku masih bisa nangis gara-gara dia……. setelah bertahun-tahun aku lalui tanpa dia.

You see!! I’m strong not weakness.

Sekarang aku sudah punya kehidupan yang cukup bahagia dengan suami dan anak-anakku yang amat sangat mencintaiku dan sangat aku cintai.  Ga mungkin rasanya kalau aku harus merusak kebahagian yang selama bertahun-tahun aku bina bersama keluarga kecilku hanya karena kehadirannya kembali.  ITU TIDAK BOLEH DAN TIDAK AKAN PERNAH AKU LAKUKAN.

Setelah aku tahu kenapa dulu semua itu bisa terjadi,  rasa marah dan benciku memang berangsur berkurang dan mulai belajar memaafkan dia.  Saat ini aku sedang berusaha menguatkan dan menetapkan hati menerima uluran tangannya sebagai sahabat.   Itu yang dia bilang bahwa dia ingin aku jadi sahabatnya dan mau memaafkan semua kekhilafannya di masa lalu.

Aku memang bukan type pendendam,  tapi aku juga buka orang yang bisa dengan mudah melupakan begitu aja kejadian-kejadian yang menyakitkan hatiku.  Semoga aja hati ini bisa dengan ikhlas menerima dia sebagai sahabat,  dan semoga bisa jadi sahabat terbaikku.

Boooosssssseeeeennnnnn

Hari ini gak ada kegiatan yang menarik,  sepanjang hari di rumah.  Hati sih pengennya pergi keluar tapi kok rasanya males bener klo keluarnya ke mal lagi ke mall lagi. boooossseeeeennnnn.

Pengen sih ajak suami liburan keluar kota misalnya atau cukup didalam kota tapi bukan ke mall,  tapi suamiku lagi super sibuk.  kok rasanya gak tega ganggu dia. Yah maklumlah sekarang ini kan dia kerja di kantor sendiri gak lagi kerja di kantor orang lain,  so segala sesuatunya hrus dikerjain sendiri.

Anakku yang nomor satu (Agra) sejak siang tapi diajak nonton sama Kelvin,  kebetulan keponakanku Gilang sedang nginep di rumah so dia ikut nonton juga,  tinggallah aku, suamiku yang lagi sibuk & my little boy Evan.  Evan sendiri BT bener krn harus kehilangan abangnya sebagai teman bermain.

Duuuuhhhhh  bossssseeeennn

Ternyata aku membutuhkan kesabaran yang besar

Sejak semalam setelah pulang melayat Kak Oo,  aq sedikit bersitegang sama bapakku. Ibu & bapakku minta pagi ini diantar ke nipah lagi. Mereka mau menghadiri acara pelepasan sebelum jenazah Kak Oo dimakamkan.  Bukannya aq gak mau mengantarkan mereka tapi kondisinya mereka yang bikin aku ga tega kalau mereka datang lagi kesana.  Saat ini kondisi mama sedang sakit ginjal & dokter bilang fungsi ginjal mama tinggal 23%,  mama ga boleh terlalu capek karena trombositnya mama benar-benar drop ditambah lagi kakinya yang membengkak membuat dia sulit untuk berjalan. Sementara bapakku menderita hipertensi & sempat terserang stroke, walaupun saat ini mulai bisa berjalan tapi tidak stabil.  tp mereka ga mau ngerti.

Aku sayang sekali kedua orang tuaku,  aku cuma khawatir dengan kondisi mereka tapi lagi-lagi mereka ga mau ngerti.  Aku jadi tersiksa terlebih ucapan2 bapak yang ga memikirkan perasaan orang lain.  Dia berpikir kalau aku tuh jahat banget, karena gak mau mengantar mereka lagi ke nipah. Gilaaaaa aku stresss