Archive for June, 2009

Boooosssssseeeeennnnnn

Hari ini gak ada kegiatan yang menarik,  sepanjang hari di rumah.  Hati sih pengennya pergi keluar tapi kok rasanya males bener klo keluarnya ke mal lagi ke mall lagi. boooossseeeeennnnn.

Pengen sih ajak suami liburan keluar kota misalnya atau cukup didalam kota tapi bukan ke mall,  tapi suamiku lagi super sibuk.  kok rasanya gak tega ganggu dia. Yah maklumlah sekarang ini kan dia kerja di kantor sendiri gak lagi kerja di kantor orang lain,  so segala sesuatunya hrus dikerjain sendiri.

Anakku yang nomor satu (Agra) sejak siang tapi diajak nonton sama Kelvin,  kebetulan keponakanku Gilang sedang nginep di rumah so dia ikut nonton juga,  tinggallah aku, suamiku yang lagi sibuk & my little boy Evan.  Evan sendiri BT bener krn harus kehilangan abangnya sebagai teman bermain.

Duuuuhhhhh  bossssseeeennn

Ternyata aku membutuhkan kesabaran yang besar

Sejak semalam setelah pulang melayat Kak Oo,  aq sedikit bersitegang sama bapakku. Ibu & bapakku minta pagi ini diantar ke nipah lagi. Mereka mau menghadiri acara pelepasan sebelum jenazah Kak Oo dimakamkan.  Bukannya aq gak mau mengantarkan mereka tapi kondisinya mereka yang bikin aku ga tega kalau mereka datang lagi kesana.  Saat ini kondisi mama sedang sakit ginjal & dokter bilang fungsi ginjal mama tinggal 23%,  mama ga boleh terlalu capek karena trombositnya mama benar-benar drop ditambah lagi kakinya yang membengkak membuat dia sulit untuk berjalan. Sementara bapakku menderita hipertensi & sempat terserang stroke, walaupun saat ini mulai bisa berjalan tapi tidak stabil.  tp mereka ga mau ngerti.

Aku sayang sekali kedua orang tuaku,  aku cuma khawatir dengan kondisi mereka tapi lagi-lagi mereka ga mau ngerti.  Aku jadi tersiksa terlebih ucapan2 bapak yang ga memikirkan perasaan orang lain.  Dia berpikir kalau aku tuh jahat banget, karena gak mau mengantar mereka lagi ke nipah. Gilaaaaa aku stresss

Selamat Jalan Kak Oo, semoga Amal Kebaikanmu diterima di sisi Allah SWT

Kemarin siang setelah makan siang, aku dikejutkan dengan berita duka & aku bener2 ga percaya kalau itu nyata.
Kakak sepupuku (Kak Oo) meninggal dunia. Ya Allah SWT aq nyesel bener kok hari minggu kemaren gak jadi nengokin kesana. Sejak sakitnya yang terakhir ini aq belum sempat menengoknya.
Allah terlalu sayang sama dia, sudah bertahun-tahun dia menderita sakit, bahkan diantara sekian banyak sepupuku dialah satu2nya yang belum menikah.
Semoga diatas sana dia akan menemukan kebahagiaan yang sebenar-benarnya. Amiinnn
Selamat jalan Kak Oo..

Hari ini keputusan besar sudah diambil

Terhitung mulai hari ini keputusan besar telah diambil oleh suamiku tercinta yaitu Mandiri. Jadi mulai hari ini dia hanya berstatus “on call based”. Hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan cita-citanya untuk memiliki kantor sendiri yang akan dia rintis bersama teman-temannya. Sejauh ini sih sudah berjalan, tapi dengan berubahnya status menjadi “on call based” ini berarti harus semakin gencar nih cari proyeknya karena gak akan ada lagi yang dicover sama perusahaan. Ayo Ayah Tetap semangat yah….. jangan lupa jaga kesehatan yah.

Iiiihhh sebeeellll…..

Sebenarnya ini bukan kejadian yang pertama kali,  hal ini pertama kali terjadi waktu anakku yang kecil (Evan) masuk RS karena sakit DB.  Pada saat aku sedang menunggui anakku di RS tiba-tiba Blackberry ku bunyi. Lalu saat aku terima telphonenya,  orang diseberang telphone berkata kalau dia ingin bicara dengan Pan Ansor. Kemudian aku jawab “maaf mbak salah sambung, ini bukan nomornya Pak Ansor !”  begitu jawab saya. Eh dia gak percaya sambil menyebutkan nomor saya yang diakuinya sebagai nomornya Pak Ansor. Sekali lagi saya bilang ” anda salah sambung ini bukan nomornya Pak Ansor,  nomor yang anda sebutkan itu memang benar nomor saya tapi ini bukan nomornya Pak Ansor” eh itu orang gak pake babibubebo lagi nuduh aku bohong terus dia bilang kalau aku berusaha menyembunyikan Pak Ansor ditambah lagi dengan kata-kata yang kasar.

Mengalami kejadian seperti itu aku langsung berpikir “wah sakit jiwa nih orang”  akhirnya karena kata-katanya yang kasar lama kelamaan emosiku jadi terpancing juga. Karuan aja aku maki-maki dia, sampe aku bego-begoin dan goblog-gobloin tuh orang dan langsung telphonenya aku matiin. Selama 4 hari aku di RD, aku nemerima telphone itu sebanyak 2 kali dan dengan situasi yang gak jauh berbeda.

Setelah beberapa minggu tanpa gangguan dari orang tersebut eh ternyata hari ini aku kembali dapat telpone yang sama yaitu mencari Pak Ansor dan kembali aku mengatakan kalau nomor ini bukan milik Pak Ansor,  seperti yang sudah aku duga orang itu gak percaya dan marah-marah,  akhirnya sebelum orang itu berkatsa-kata ysng lain lagi aku minta supaya tidak lagi mencari Pak Ansor di nomor tersebut dan langsung telponenya saya matikan (BT mode on).   Duuhh sebeelll bener deh…